Minggu, 14 Desember 2014

Manfaat kandungan Bioflavonoid bagi Kesehatan



     Bioflavonoid telah diketahui kegunaanya dalam berbagai manfaat untuk kesehatan. Bioflavonoid ini adalah pigmen alami dalam buah-buahan dan sayuran. Ada banyak laporan ilmiah tentang bioflavonoid tidak memiliki laporan resmi yang mengkonfirmasi pernyataan ini. Para peneliti telah melaporkan lebih dari delapan ratus bioflavonoid yang berbeda. Sebagian besar ini adalah pigmen kuning yang ditemukan dalam jeruk dan buah-buahan dan sayuran lainnya, mereka disebut flavonoid
     Bioflavonoid merupakan Nutrisi zat anti oksidan yang kita kenal sebagai vitamin P. Bioflavonoid biasanya ditemukan bersama-sama dengan vitamin C dan dihilangkan melalui urin. Sumber alami bioflavonoid ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk, ceri, anggur, raspberry, berry, paprika, pepaya. Bioflavonoid juga terdapat pada sarang semut dan air liur lebah atau yang biasa kita sebut dengan (propolis), “…dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnys terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” (Qs. An-nahl: 69)
     Beberapa peneliti percaya bahwa bioflavonoid membantu mempertahankan kapiler. Kapiler pembuluh darah mikroskopik yang memungkinkan oksigen, hormon, nutrisi dan antibodi terhadap darah dari tubuh dengan memberikan sel-sel individual. Jika dinding kapiler yang rentan, bioflavonoid ini akan memungkinkan untuk mengalirkan darah ke kapiler dan dalam sel.
Bioflavonoid adalah kelas pigmen tanaman yang larut air dengan manfaat sebagai antioksidan ,anti-inflamasi, antiallergenic, antivirus, anti bakteri, anti jamur, dan antikarsinogenik.  
Bioflavonoid merupakan bagian dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyskan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker.
Dalam kebanyakan kasus, flavonoid bisa berperan secara langsung sebagai antibiotic dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme, seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan Selain itu, bioflavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain, seperti: asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migraine, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker
Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, serta inhibisi angiogenesis, juga pembalikan resistansi multiobat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
Sebenarnya, bioflavonoid bukanlah vitamin, meskipun kadang-kadang disebut sebagai vitamin P. Bioflavonoid sangat diperlukan untuk penyerapan vitamin C, maka ia harus diambil bersama-sama . Tubuh manusia tidak menghasilkan bioflavonoid sehingga harus diberikan melalui diet.
Antioksidan dapat membersihkan tubuh dari radikal bebas, racun dan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh setiap hari. Tubuh dapat terkena radikal bebas melalui gaya hidup, pencemaran, merokok, dan berbagai faktor lainnya. Bioflavonoid sering digunakan dalam formula vitamin C karena dapat meningkatkan penyerapan dan fungsi vitamin ini. Bioflavonoid membantu memaksimalkan manfaat vitamin C dalam tubuh.
Bahan Apa yang Dapat Mengurangi Bioflavonoid dari Tubuh? Beberapa bahan dapat menghilangkan bioflavonoid dari tubuh. Salah satunya yang paling buruk adalah asap rokok dan banyak minum alkohol. Aspirin dan beberapa obat penghilang rasa sakit juga dapat membuang bioflavonoid dari tubuh. Demikian pula dengan antibiotik dan cortisone.
     Manfaat Bioflavonoid (Vitamin P) Antara lain :
  • Penyembuhan luka.
Sejak zaman dahulu telah ditemukan bahwa menyembuhkan luka-luka sebelum menerapkan kulit putih jeruk.
  • Memperkuat dinding pembuluh darah
yang demikian sangat nyaman dalam kasus wasir, mimisan, orang-orang yang akan segera meninggalkan memar memar atau setidaknya sekali, dan seterusnya.
  • Bioflavonoid dapat mengobati penyakit jantung
 ketika mereka mengatur koagulasi (mencegah trombosis dan perdarahan), mencegah kolesterol dari oksidasi, memperkuat pembuluh darah dan memberi mereka fleksibilitas, dll. Penggunaannya sangat diinginkan dalam sebagian besar masalah (radang urat darah, varises borok, varises, arteriosclerosis, dll).
  • Bioflavonoid membantu untuk menyerap vitamin C dalam tubuh.
  • Bioflavonoid juga bertindak sebagai antioksidan
seperti membantu menjaga keseimbangan kadar vitamin C kolagen kita (suatu zat yang memberikan elastisitas kulit kita)
  • Bioflavonoid membantu melindungi tubuh terhadap infeksi.
  • Menyembuhkan kanker, tumor, dan kista
  • Dll
Sumber:
Tilong Adi D. 2012. Bebas Dari Ancaman Kanker Serviks.Yogyakarta: FlashBook
http://jmhai-netline.blogspot.com/2012/10/apa-itu-bioflavonoid-vitamin-p.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiada hari tanpa berkarya dan bermanfaat untuk orang lain

Blogger news

Blogger templates